Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terlihat dalam Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD di Trucuk

Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terlihat dalam Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD di Trucuk
Kemanunggalan TNI dan Rakyat Terlihat dalam Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD di Trucuk

KLATEN – Kemanunggalan TNI dan rakyat tercermin dalam pelaksanaan sasaran fisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0723/Klaten di Desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten, Senin (26/10/2026).

 

Sasaran fisik TMMD Reguler ke-130 meliputi betonisasi jalan sepanjang 686 meter, pembangunan talud sepanjang 855 meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni serta pembangunan lima unit jamban. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas dasar masyarakat.

 

Keterlibatan personel Satgas TMMD bersama warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan. Kebersamaan di lapangan tidak hanya mendukung pekerjaan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong.

 

Pasiter Kodim 0723/Klaten Kapten Kav Pujiono menyampaikan bahwa TMMD memiliki nilai penting dalam mendukung pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

 

“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap seluruh sasaran yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ujar Kapten Kav Pujiono.

 

Kepala Desa Trucuk, Sagiyo, juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program TMMD sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa.

 

Keberlanjutan manfaat program memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk pemeliharaan jalan dan talud, perawatan rumah hasil rehabilitasi serta pemanfaatan jamban sesuai fungsinya. Dengan demikian, hasil pembangunan diharapkan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

 

Melalui TMMD Reguler ke-130, Kodim 0723/Klaten terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi terwujudnya pembangunan desa yang bermanfaat dan berkelanjutan. (Red)