Sambut hari jadi kabupaten Klaten ke 214 dan HUT RI ke 73 Festival Gejog Lesung tingkat kabupaten Klaten digelar dilapangan Desa Barepan

Klaten – Seni musik gejok lesung merupakan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan agar generasi muda tetap mengingat pada seni leluhurnya, untuk itu kecamatan Cawas menyelenggarakan festival gejog lesung tingkat kabupaten klaten yang  diselenggarakan Sabtu, 21 juli 2018 yang bertempat di lapangan Desa Barepan, Cawas.
Tampak hadir dalam kegiatan Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani, anggota DPRD Jateng Hj. Kadarwati SH.MH, Sekda Klaten Drs. Jaka Salwadi, M.M, Camat Cawas Drs. Much Nasir,M.M, Danramil 20/Cawas Kapten Inf Ghofar Afrozi, Kapolsek Cawas AKP Anggono,S.H, sertaPejabat Camat se Kabupaten Klaten.
Camat Cawas, Much Nashir mengatakan “festival gejog lesung kali ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong hari jadi kabupaten Klaten ke 214 dan hari ulang tahun (HUT) RI ke 73 dan  diikiuti 31 Group lesung perwakilan dari kecamatan di kabupaten Klaten.”
“Sementara itu untuk dewan juri dalam festival gejog lesung diambil  dari akademisi yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, dan Taman TBJT Jawa tengah,Sehingga dalam pengambilan nilai nanti dapat Netral,” Pungkas Much Nasir.
Dalam sambutanya bupati Klaten Hj. Sri Mulyani mengatakan acara  “Festival Gejog Lesung Dalam Rangka Menyambut Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia dan Peringatan Hari Jadike-214 Kabupaten Klaten” dalam suasana yang penuh dengan kegembiraan.
Bupati menjelaskan bahwa Pada zaman dahulu Gejog Lesung digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk memisahkan padi dari lunturnya kecintaan generasi muda akanbudaya bangsa, khususnya seni musik tradisional gejog lesung dengan segala aspeknya yang memiliki muatan dan nilai – nilai ungkapan syukur, penghormatan terhadap alam dan harmonisasi serta gotong – royong yang hendaknya menjadi perhatiarn bersama untuk kembali digali, dikelola dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman tanpa menghilangkan hakikat pembentukan nilai-nilai budi luhur.
“Hal ini sangat mengkhawatirkan dikarenakan saat ini, generasi muda mulai jauh dengan akar tradisi. Hal ini disebabkan kuatnya pengaruh pemikiran dan budaya asing, sehingga para generasi penerus kita akhir-akhir ini semakin menunjukkan gejala kehilangan dan penghormatan atas karya seni budayanya sendiri. Untuk itu, salah satu bentuk menanamkan kecintaan seni musi tradisional bagi generasi muda salah satunya diwujudkan dalam bentuk perlombaan atau festival,” lanjutnya.
Beliau menambahkan “Melalui festival Gejog Lesung ini secara tidak langsung akan menumbuhkan kecintaan kepada budaya sendiri. Bila generasi muda sudah cinta pada budaya sendiri dengan sendirinya akan melestarikan dalam kehidupan sehari-hari.”
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan saya nyatakan di buka” Pungkasnya.
Sementara itu Danramil 20/Cawas Kapten Inf Ghofar Afrozi berharap kegiatan Festival gejok lesung akan berjalan dengan aman dan tertib.
“Kami bersama dengan Polri  Siap membantu kelancaran sehingga pelaksanaan festival Gejok Lesung  berjalan sesuai yang diharapkan,” Tegas Danramil
Di akhir acara Dewan Juri mengumumkan hasil Festival Gejog Lesung  Untuk juara 1 dari kecamatan Wedi dengan nilai 1152, Juara 2 dengan nilai 1138 dari kecamatan Trucuk dan Juara 3 dengan nilai 1094 dari Kecamatan Prambanan sementara  Juara harapan  masing dari Desa Barepan kulon dengan nilai 1076 dan Kecamatan Karangdowo dengan nilai 1072.  Pendim 0723/Klaten


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *