Warga Lereng Merapi Dapat Penyuluhan Kanker


Kemalang, Kanker servik merupakan salah satu penyebab kematian ginekologis di Indonesia. Di dunia, setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Di Asia Pasifik, setiap 4 menit wanita meninggal karena kanker. Sementara di Indonesia, setiap satu jam wanita meninggal karena kanker.
“Kanker servik termasuk satu dari 10 jenis kanker yang terjadi pada wanita, penyebabnya adalah virus HPV,” jelas Direktur Rumah Sakit Cakra Husada Klaten, Dr. Netty Herawati, Sp.OG  saat memberikan penyuluhan di hadapan puluhan Kader PKK di wilayah lereng Merapi di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kamis (19/05/2016).
Diterangkan, salah satu risiko minor dari penyakit ini yakni mereka yang melakukan hubungan intim atau menikah di usia muda kurang dari 20 tahun. Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa yang terdapat dalam selaput kulit bagian rongga tubuh.
“Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Jadi wanita yang melakukan hubungan sex diabawah 20 tahun sangat rawan terkena kanker serviks. Hal inilah yang harus kita waspadai ,” paparnya.
Lebih lanjut, resiko lainnya yang menyebabkan seorang wanita terserang penyakit ini karena higienitas dan sanitasi genital buruk, mitra seksual multipel terpapar IMS (Infeksi Menular Seksual), wanita perokok, Merokok, penurunan kekebalan tubuh, pap smear yg sebelumnya abnormal  dan defisiensi vitamin A/C/E. Penyakit ini ditandai dengan gejala awal diantaranya, perdarahan vagina abnormal, perdarahan kontak, keputihan vagina abnormal, gangguan kencing, gangguan BAB, Nyeri perut yang menyebar.
“Keputihan juga merupakan satu gejala awal yang perlu diwaspadai, tidak ada salahnya jika dikonsultasikan dengan dokter kandungan sebagai langkah deteksi awal,” paparnya.
Terkait Kepala Desa Panggang, Nandang Nuryanto mengatakan, penjelasan tentang bahaya kanker servik ini sangat dirasakan manfaatnya bagi para wanita di desanya.
“Sejauh ini warga tidak banyak mendapatkan penjelasan tentang hal ini, dengan demikian mereka dapat melakukan pencegahan sejak awal,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *