Sistem Tanaman Hidroponik Mulai Dikembangkan

Kemalang,–Berada di wilayah Lereng Merapi, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang ketika musim kemarau terkendala air. Masyarakat setempat bahkan harus rela membeli air tanki yang didistrubusikan dari wilayah bawah. Selain itu warga setempat juga menampung air hujan di bak-bak penampungan. Kondisi tanah juga membuat masyarakat kesulitan bercocok tanam. Hal-hal inilah yang mendorong dikembangkannya sistem bercocok tanam dengan cara hidroponik.
Istri Kepala Desa Panggang, Sri Susilowati menjadi pemrakarsa tanaman hidroponik.  Dirinya mengatakan sistem bercocok tanam secara hidroponik akan dapat meringankan ekonomi masyarakat Desa Panggang khususnya dalam bidang pangan. Hal ini dilihat dari potensi wilayah yang sangat sulit untuk bercocok tanam.
“Sistem tanaman hidroponik ini tidak membutuhkan lahan yang luas dan caranya juga tergolong mudah. Sehingga lebih efisien dan efektif,” terangnya, Rabu (11/05/2016).
Sementara itu, Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat mengatakan dengan dilaksanakannya program TMMD ini terwujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
“TNI dan masyarakat bisa saling bertukar ilmu dalam hal bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Personel yang ditugaskan dalam program TMMD ini ada dari Satuan tempur (Satpur) dan satuan Bantuan tempur (Satbanpur) yang mayoritas masih tinggal di Asrama. Jadi dengan adanya  hidroponik ini juga bisa di manfaatkan oleh para prajurit guna di implementasikan di satuan nanti, mengingat untuk lahan bercocok tanam di asrama juga terbatas,” tandasnya.
Sekedar diketahui, karena kondisi alam yang di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, menyebabkan di daerah ini sulit ditemukan mata air.  Dengan kondisi itu diperlukan kreatifitas mengembangkan tanaman hidroponik, yang tidak membutuhkan banyak air.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *