DANDIM MENGHADIRI ACARA FKUB KAB. KALTEN


Pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2015 pukul 08.00 s.d 12.00 Wib bertempat di RM Papringan Resto dan Cafe alamat Jl. Mayor Kusmanto No. 16 Klaten Ds. Semangkak Kec. Klaten Selatan  Kab. Klaten telah berlangsung acara dialog FKUB Kab. Klaten dengan tokoh agama Kab. Klaten dengan thema Dialog antar umat beragama diharapkan berkehidupan yang harmonis di masyarakat, sebagai nara sumber KH Zazir (Pondok Pesantren Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta), selaku ketua panitia Drs H Syamsuddin Asyrofi MM (ketua FKUB Kab. Klaten) yang dihadiri lk 100 orang. 1. Hadir dalam acara tersebut : a. AKBP Langgeng Purnomo SIK MH (Kapolres Klaten). b. Letkol Inf Thomas Heru Rinawan (Dandim 0723/Klaten). c. H Muntari (Kemenag Kab. Klaten). d. Herlambang Jaka Santoso SE M.Si (Kakesbangpol Kab. Klaten). e. Drs H Syamsuddin Asyrofi MM (ketua FKUB Kab. Klaten). f. Ustadz Basuno (ketua FUI Kab. Klaten). g. Hasyim (ketua FKAM Kab. Klaten). h. Moch Ismail S.Ag (Ketua KOKAM Kab. Klaten). i. Ustadz Bony Azwar (ketua MMI Kab. Klaten). j. Nanang Nuryanto SE MM M.Si (ketua BMK Kab. Klaten). k. Bambang Fais (FKUB bidang agama Katholik). l. Wisnu Hendrata (FKUB bidang agama Hindhu). m. Pandita Purwadi (FKUB bidang agama Budha). n. Tokoh agama Kab. Klaten. 2. Adapun sambutan- sambutannya adalah : a. Sambutan Drs H Syamsuddin Asyrofi MM (ketua FKUB Kab. Klaten) yang intinya : 1) Kegiatan ini dialog antar umat beragama ini bertujuan untuk menyerap informasi dan aspirasi semua permasalahan dengan cara duduk bersama untuk mencari solusi terbaik, sehingga di harapkan dapat terwujud kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan antar umat beragama guna membangun Kab. Klaten yang Toto, Titi Tentrem Kertoraharjo. 2) Kami berharap acara dialog ini dapat memberikan dorongan didalam kehidupan umat beragama di Kab. Klaten sehingga dapat berjalan selaras dan seimbang dalam kegiatan sehari-hari. 3) Kami menghadirkan KH Zazir (Ponpes Al Munawir Krapyak Yogyakarta) dan kami telah mencermati beliau sering turun tangan didalam memberikan arahan, masukan dan inspirasi di Kampus-Kampus dan masyarakat dalam setiap permasalahan yang ada sehingga dengan kehadiran KH Zazir dapat menambah ilmu dalam membangun kehidupan antar umat beragama di wilayah Kab. Klaten. b. Sambutan Wakil Bupati Klaten (penasehat FKUB Kab. Klaten) yang dibacakan oleh Herlambang Jaka Santoso SE M.Si yang intinya : 1) Kab. Klaten yang masyarakatnya memiliki plural ormas, ras, Etnis tertentu, agama, politik dan idiologi maka Kab. Klaten dengan banyaknya perbedaan tersebut dimungkinkan sangat rentan dengan berbagai konflik.  2)  Konflik di masyarakat akan timbul terutama antar pemeluk agama tertentu dan para pengajarnya banyak yang memberi ilmu kepada umatnya yang salah dengan jalan untuk memusuhi pemeluk agama lainnya dan ada salah satu agama yang mengajarkan aksi-aksi kekerasan yang bertujuan untuk menghancurkan pemeluk agama lain. 3) Untuk itu perlu diwujudkan hubungan yang dialogis dan komunikatif antar pemeluk agama guna merumuskan paradigma sosial yang diambil dari nilai-nilai keagamaan sehingga di Kab. Klaten ini akan tercipta hubungan yang harmonis antar pemeluk agama. 4) FKUB Kab. Klaten merupakan wadah kebersamaan antar umat beragama, oleh karena itu peran FKUB sangat diperlukan dalam memberikan tauladan dan model beragama yang baik, santun serta bertoleransi bagi masyarakat, walaupun berbeda agama dan aliran kepercayaan. 5) Dialog antar umat beragama ini semoga dapat menggugah dan menyadarkan masyarakat bahwa perbedaan agama, ras dan etnis bukanlah menjadi penghalang untuk berinteraksi dan menjalin hubungan kebersamaan dengan pemeluk agama lain. 6) Kami berharap semoga FKUB dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai media dan kebersamaan umat yang efektif sehingga dapat mewujudkan kebersamaan dan kerukunan diantara kita demi kemajuan, kerukunan dan kesejahteraan masyarakat Kab. Klaten pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. c. Sambutan KH Zazir (Ponpes Al Munawir, Yogyakarta) yang intinya : 1) Berdasarkan kajian oleh Lemhanas tahun 2045 bahwa Negara Indonesia akan terpecah menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : a) Indonesia bagian Timur dengan Idiologi Komunis. b) Indonesia bagian Tengah dengan Idiologi Nasionalis. c) Indonesia bagian Barat Idiologi Islamis.  2) Pada masa sekarang ini sudah mengalami penderitaan Idiologi Pancasila dibuktikan dengan para pejabat setiapnya pidatonya tidak pernah mencantumkan Pancasila, padahal Pancasila merupakan dasar untuk menyususn Undang -Undang di Negara Indonesia dan semenjak Reformasi pelajaran tentang Butir-Butir Pancasila dihilangkan makanya banyak remaja sekaran dan bahkan mahasiswa tidak tahu penghayatan Pancasila dan bahkan tidak hafal teksnya. 2) Krisis Idiologi bangsa Indonesia sudah terancam melebihi perang Atom dan sudah tersusup oleh Idiologi Asing serta Idiologi lainnya sehingga dengan mudah kita diinjak-injak oleh negara lain dan paling berbahaya adalah oleh bangsa kita sendiri seperti contoh perselisihan antara KPK dengan Polri.    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *