Kepedulian Babinsa Koramil 20/Cawas di bidang pertanian

Klaten – Penyemprotan pada tanaman padi merupakan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang bertujuan untuk memberikan asupan unsur hara mikro dan untuk mengendalikan hama ataupun penyakit. unsur hara mikro diberikan melalui penyemprotan dengan pupuk daun, dan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit.
Seperti halnya yang dilakukan  Babinsa Koramil 20/Cawas Sertu Suyono yang melakukan penyemprotan hama padi di sawah milik Bapak  Supardi, petani desa Nanggulan kecamatan Cawas, Kamis (5/4/18).
Hadirnya Babinsa di tengah-tengah sawah memberikan tambahan semangat bagi petani. bahkan panas matahari yang mulai menyengat tak dihiraukannya.
Sertu Suyono  mengatakan bahwa,”pada tanaman padi penyemprotan harus dilakukan dengan tepat dan benar, agar hasil produksi bisa maksimal. sebab teknik penyemprotan, pestisida yang digunakan dan dosis penyemprotan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya tanaman padi.”
Berbeda dengan jenis tanaman budidaya lainnya, pada tanaman padi ada masa dimana tanaman padi sama sekali tidak boleh disemprot. jika pada masa tersebut penyemprotan tetap dilakukan, boleh jadi hasil produksi padi tidak maksimal. teknik penyemprotan tanaman padi berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil gabah.
Agar tujuan melakukan penyemprotan tanaman padi tercapai, penyemprotan harus dilakukan pada waktu yang tepat. pestisida yang digunakan tidak akan bekerja dengan baik jika penyemprotan dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Jika salah dalam melakukan penyemprotan, pestisida tidak akan maksimal membunuh hama atau penyakit sasaran. Jika demikian, penyemprotan pastinya akan diulangi sesering mungkin bila perlu dosisnya terus ditambah.
Waktu yang tepat melakukan penyemprotan tanaman padi adalah pada saat stomata (mulut daun) terbuka. sebab ketika stomata terbuka, cairan pestisida akan mudah diserap oleh tanaman dan masuk kedalam jaringan tanaman. Dengan demikian hama atau penyakit yang menyerang tanaman akan mati ketika hama memakan bagian tanaman tersebut. Jika di hitung jam adalah pagi hari hingga jam 09.00 dan sore hari mulai dari jam 15.30 hingga jam 17.00. jika penyemprotan selain di jam jam tersebut maka stomata akan menutup. pada saat stomata (mulut daun) tertutup, daun tidak dapat menyerap cairan pestisida dengan baik.
“Sebaiknya penyemprotan harus dilakukan pada saat cuaca cerah. akan sia-sia jika sesaat kemudian tersiram air hujan, sebab fungsi dan efektifitasnya pestisida akan berkurang karena guyuran air hujan, terang Sertu Suyono kepada petani.
Sementara itu bapak Supardi mengucapkan terimakasih kepada Babinsa yang telah mendampinginya dalam menanam padi.
“ Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari bapak Babinsa, kini saya jadi tambah pengetahuan tentang cara mengolah lahan dan merawat tanaman padi,” tuturnya. Pendim 0723/Klaten