Klaten – Relawan Tanggap Bencana Desa Bawak melakukan acara Ngobrol Bareng di Balai Desa Bawak kuatkan kebersamaan dan bersilaturahmi. Senin (7/5/2018).
Untuk menumbuh kembangkan kebersamaan dan meningkatkan silaturahmi, sejumlah warga yang tergabung dalam Relawan Tanggap Bencana ( RTB ) Bawak melakukan acara ngobrol bareng bertempat di Balai Desa Bawak.
Dalam acara ini, turut dihadiri oleh Babinsa Bawak dan para relawan yang berasal dari 10 RW yaitu RW Krajekan,Gowangsan, Pendem, Mangkan, Jetakan, Bawak, Gonalan, Karangturi, Temas dan Kaljaran.
Ketua sekaligus Koordinator Relawan Galih Edi mengungkapkan, acara ngumpul bareng ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi para relawan dan Babinsa untuk menguatkan silaturahmi.
“Ini adalah ajang silaturahmi antar sesama relawan tanggap bencana bersama Babinsa Saya meyakini, kebersamaan yang selama ini terjalin bisa semakin kuat bahkan menjadi saudara,” ujar pria yang akrap disapa Galih ini, saat memberikan sambutan.
Menurut Galih meski awalnya relawan ini disatukan pada saat pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana di Gedung IOM oleh BPBD Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu.
“Relawan Tanggap Bencana ( RTB ) Bawak ini bukan untuk kepentingan politik melainkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan kondisi wilayah sebab di wilayah Desa Bawak tiap tahun pasti banjir untuk itu relawan yang sudah di kukuhkan Di Desa Bawak ini semakin memahami tugasnya, selain itu sebagai ajang memperkuat persaudaraan antar sesama relawan. Saya meyakini, ini akan semakin solid,” tambahnya.
Dalam pertemuan ini agar lebih saling mengenal satu sama lain, lebih lanjut membahas pembuatan identitas relawan seperti pembuatan Kaos dan rencana-rencana kedepan, bahwa setiap tanggal 15 tiap dua bulan sekali di sepakati akan ngumpul bareng lagi, dengan harapan relawan yang sudah terbentuk ini akan semakin kuat kebersamaanya.Jelasnya.
Sementara itu Babinsa Desa Bawak Sertu Edi Suranto memotivasi dan mendorong terwujudnya masyarakat desa yang tangguh,tanggap dalam menghadapi bencana, lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi.
“Mengingat besarnya korban dan kerugian akibat terjadinya bencana, maka upaya pencegahan dan penanggulangan bencana secara tepat dan efektif mesti dilakukan, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan,Jelasnya.
Ia menambahkan, dalam penanganan bencana, setiap relawan diminta senantiasa mengedepankan koordinasi dan sinkronisasi dengan berbagai pihak terkait, apalagi bencana tidak pernah akan diketahui mulainya dan kapan berakhirnya.
Relawan harus ikhlas dan berjiwa kemanusiaan paling tidak dapat membantu dan mengurangi beban warga yang terkena bencana, pungkasnya.Pendim 0723/Klaten















