Klaten – Babinsa Koramil 20 Cawas Kodim 0723/Klaten Serka Sriyono memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Materi Froxy War kepada Santri di Pondok Pesantren Insan Karima di padukuhan Jantirejo Desa Cawas Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten.
Serka Sriyono menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Melalui pendekatan wawasan kebangsaan sebagai upaya untuk pelestarian pembangunan nasional.
“Wawasan kebangsaan sangat penting bagi para pemuda. Karena para pemuda merupakan tumpuan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga, wawasan kebangsaan sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan oleh generasi muda. Dengan harapan agar kehidupan bangsa Indonesia kedepan bisa lebih baik,” terangnya.
Serka Sriyono mengungkapkan bahwa sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, banyak negara yang ingin menguasai Indonesia. Berbagai cara akan dilakukan untuk menguasai, maka Indonesia harus siap menghadapi berbagai ancaman yang datang dari luar ancaman tersebut.
“Bangsa kita ini sudah dilemahkan dari segi sosial budaya, melalui serangan narkoba dan gaya hidup generasi muda yang sudah mulai longgar dalam nilai-nilai luhur kebangsaan. Narkoba, pesta miras, Vidio Porno, faham-faham radikal, separatisme berkembang untuk menghancurkan generasi penerus bangsa. Untuk itu, pemuda Indonesia harus memiliki jiwa dan semangat gotong royong, karena pemuda memiliki darah patriot dan kesatria yang tidak bisa melihat orang lain susah demi membangun Indonesia emas menuju bangsa pemenang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Babinsa Serka Sriyono juga menjelaskan tentang Proxy war merupakan perang masa kini dimana tidak bisa terlihat siapa lawan atau kawan yang dilakukan oleh Non State Actor Tapi dikendalikan oleh state salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau komponen lainnya untuk berperang melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.
Perang yang efektif yang digunakan oleh negara maju sekarang ini adalah proxy war yang sebelumnya menggunakan perang konvensional (antara dua prajurit berhadapan langsung) yang kita kenal dalam perang dunia pertama dan kedua yang membutuhkan banyak prajurit dan biaya sangat besar.
Namun dalam perang modern sekarang ini dengan menggunakan proxy war tidak membutuhkan banyak prajurit atau menerjunkan prajuritnya langsung kemedan perang untuk menguasai suatu negara cukup dengan pihak ketiga ataupun melalui aspek lainnya. Pendim 0723/Klaten















