Pelda Sidik Mahmudi Bamin Bhakti TNI Koramil 24 Klaten Utara Hadiri ODF


Bamin Bhakti TNI Koramil 24/Klaten Utara Pelda Sidik Mahmudi hadiri program Open Defecation Free (ODF) Kel. Barenglor Klaten Utara yang dihadiri 120 Orang(21/11/2018). 

Dalam kesempatan tersebut Pelda Sidik Mahmudi mengungkapkan bahwa TNI akan mendukung program Pemerintah agar setiap Desa/Kelurahan  mencapai Open Defecation Free (ODF) 100% Tidak BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan).ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini,Imbuhnya.

Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Maka dari itu wajar jika setiap Kab/Kota ingin mentargetkan semua desanya ODF. memastikan bahwa Desa/Kelurahan ODF kondisi 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open defecation adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak – semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air. Tinja adalah bahan buangan  yang dikeluarkan dari tubuh manusia melalui anus sebagai sisa dari proses pencernaan makanan di sepanjang sistem saluran pencernaan.

Dalam aspek kesehatan masyarakat, berbagai jenis kotoran manusia yang diutamakan adalah tinja dan urin karena kedua bahan buangan ini dapat menjadi sumber penyebab timbulnya penyakit. Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koli-tinja. Sebagian diantaranya tergolong sebagai mikroba patogen, seperti bakteri Salmonela typhi penyebab demam tifus, bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, virus penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio. Tingkat penyakit akibat kondisi sanitasi yang buruk di Indonesia sangat tinggi.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. 

Open Defecation Free yang selanjutnya disebut sebagai ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.


Adapun 5 Pilar Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas yaitu Tidak buang air besar (BABS) sembarangan, Mencuci tangan pakai sabun,  Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan benar dan Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

” Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Sanitasi dasar adalah sarana sanitasi rumah tangga yang meliputi sarana Luang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga” ungkap Pelda Sidik Mahmudi.(Pendim 0723/Klaten)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *