BABINSA 23/CEPER HADIRI PELATIHAN TANAM PADI DENGAN METODE ” SRI”

Dalam Rangka Menyukseskan program Pemerintah Khususnya Dalam Bidang Pertanian. Di wilayah Kecamatan ceper  Tepatnya Di desa meger. Pagi ini Telah Berlangsung Kegiatan Rembuk Tani. Yang  Sudah Terprogram atau Terjadwal Tiap Desa di wilayah Ceper.

Dalam Kegiatan ini Dihadiri Oleh Ketua  PPL Beserta Anggotanya, Kepala desa, Ketua dan Anggota Poktan Dadi Makmur Serta Sertu Sunaryo Selaku Babinsanya yang Selalu Mendampingi Dalam kegiatan kewilayahan Khususnya dalam upaya khusus pertanian. Kegiatan ini Bertujuan untuk Membuka Semangat kepada Para petani Dengan Memberikan Pelatihan Menanaman Dengan Metode Sri [ System Of Rice Intensification ]. Penyampaian Dari Ketua PLL Memberikan Penjelasan Awal mula netode ini. Metode SRI Pertama kali Mulai Dikenal Di negara Indonesia Pada tahun 1997 an. Serta Metode ini Sudah Di terapkan Oleh Petani Di Daerah Cianjur Jawa Barat. Metode Sri Merupakan Usaha Dalam pertanian yang Dapat Menghemat Penggunaan Input Seperti: Benih, penggunaan Air, pupuk kimia & pestisida Melalui Pemberdayaan Petani Dengan Kearifan Lokal. Dengan Intinya Dulu Kita Bisa Tanam padi Tanpa Dengan Bantuan Obat Kimia dan  kita bisa panen padi. Serta Dengan Metode ini akan Menjaga Ekosistem Tanah Serta lingkungan.

Kegiatan Pelatihan Tanam ini Sangat Direspon Oleh para petani poktan Dadi Makmur Desa Meger ini. Serta Selaku Petani Berharap  Kegiatan Pendampingan  Dari Dinas Pertanian Yang Melalui PPL Dan TNI/Babinsa Jangan Sampai Pudar Maupun Berhenti.

Pada Kesempatan itu Juga Sertu Sunaryo Menunturkan Memang Benar Apa yang Di sampaikan tesebut. Dengan Metode Sri Ini Kita Bisa menghemat Pengeluaran Biaya untuk pertanian. Serta Dapat Menjaga Keseimbangan Ekosistem Di Lingkungan Persawahan Khususnya Di wilayah Desa Meger Kecamatan Ceper ini.Pendim 0723/Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *