Kodim 0723/Klaten dan BPBD Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

Kodim 0723/Klaten dan BPBD Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
Kodim 0723/Klaten dan BPBD Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

KLATEN – Kodim 0723/Klaten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menggelar penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran di wilayah Kabupaten Klaten.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 0723/Klaten, Rabu (9/9/2026) dan diikuti perwakilan Koramil jajaran Kodim 0723/Klaten, Polsek jajaran Polresta Klaten, BPBD Kabupaten Klaten, relawan, serta warga masyarakat.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut PGS Pasi Ops Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Maskat, perwakilan BPBD Kabupaten Klaten Indriarto, perwakilan Koramil jajaran Kodim 0723/Klaten, perwakilan Polsek jajaran Polresta Klaten, perwakilan BPBD Kabupaten Klaten, relawan Kabupaten Klaten, serta perwakilan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Kapten Inf Maskat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan penyuluhan Karhutla. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi bukti kepedulian bersama terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat.

 

“Kehadiran Bapak Ibu sekalian menunjukkan kepedulian kita bersama terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat Klaten,” ujar Kapten Inf Maskat.

 

Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun petugas pemadam kebakaran. TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

 

“TNI, khususnya Kodim 0723/Klaten, memiliki tanggung jawab untuk hadir bersama masyarakat dalam upaya pencegahan. Melalui penyuluhan ini kita ingin menyamakan persepsi bahwa Karhutla bukan hanya tugas BPBD atau Pemadam, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

 

Kapten Inf Maskat juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat hingga tingkat desa. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila setiap wilayah memiliki masyarakat yang memahami potensi bahaya kebakaran dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

 

“Penanggulangan Karhutla tidak bisa sendiri-sendiri. TNI, Polri, Pemda, relawan dan masyarakat harus satu komando, satu tujuan. Saya berharap setelah kegiatan ini, setiap desa memiliki agen-agen pencegahan Karhutla,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.

 

“Mari kita jadikan Klaten sebagai wilayah yang bersih, hijau dan bebas asap. Mari kita jadikan penyuluhan ini sebagai langkah nyata, bukan hanya seremonial. Kodim 0723/Klaten siap bersinergi dan berada di garis terdepan bersama masyarakat menjaga wilayah kita,” pungkas Kapten Inf Maskat.

 

Sementara itu, Indriarto dari BPBD Kabupaten Klaten dalam paparannya menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Berdasarkan data dan pemantauan BMKG serta BPBD, puncak musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih kering sehingga potensi terjadinya kebakaran perlu diantisipasi.

 

Ia mengingatkan bahwa kebakaran dapat bermula dari sumber api yang terlihat sepele, seperti pembakaran sampah, puntung rokok, maupun aktivitas pembukaan lahan.

 

“Titik api kecil dari pembakaran sampah, puntung rokok atau pembukaan lahan bisa berkembang menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit,” jelas Indriarto.

 

Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, khususnya bagi masyarakat dan petani, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap, gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta kerusakan lingkungan.

 

“Oleh karena itu, penyuluhan hari ini bersama Kodim 0723/Klaten sangat strategis. Sinergi antara BPBD, TNI, Polri, Pemerintah Desa dan masyarakat adalah kunci utama pencegahan Karhutla,” katanya.

 

Indriarto berharap kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan Kampung Tangguh Karhutla di setiap kecamatan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memahami potensi ancaman kebakaran, tetapi juga mampu mengambil langkah yang tepat dan cepat ketika terjadi kebakaran.

 

“Kami berharap setelah penyuluhan ini terbentuk Kampung Tangguh Karhutla di setiap kecamatan, sehingga masyarakat tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat ada kebakaran,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, Kodim 0723/Klaten bersama BPBD Kabupaten Klaten berkomitmen memperkuat koordinasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menekan risiko Karhutla di wilayah Kabupaten Klaten. (Red)