UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN DI ALUN ALUN KLATEN

KLATEN. Jum’at pukul 07.00 s.d 08.00 tanggal 10 November 2017 di jln Pemuda tengah alun alun klaten telah berlangsung upacara hari Pahlawan 10 November 2017 dengan Tema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri sebagai Dan up Kapten inf Gofar Amrozi (Danramil cawas) dan sebagai irup Hj. Sri Mulyani (Plt Bupati klaten) yang di hadiri lebih kurang 800 orang.
Upacara peringan hari Pahlawan tersebut  di hadiri oleh :
a. Hj. Sri Mulyani (Plt Bupati klaten)
b. Drs. Joko Salwaldi MM(Sekda kabupaten klaten)
c. Agus Riyanto SH (Ketua DPRD klaten)
d. Letkol Inf Bayu Jagat SIP MH (Dandim 0723/klaten)
e. AKBP Juli agung SH Sik MH ( Kapolres Klaten ) 
f. Zuhandi SH MH (Kajari Klaten)
g. Sugiyanto SH (Kepala Pengadilan Negri Klaten)
h. Drs Purwanto Anggono Cipto MSi (Ka Dishub Klaten)
i. Seluruh Danramil kodem 0723 klaten.

Dalam upacara memoeringati hari pahlawan tersebut Plt Bupati Klaten membacakan amanat Hj Khofifah Indar  Parawansa (Menteri Sosial RI) diantaranya Saat ini harapan akan masa depan yang lebih baik tersebut telah ditambatkan oleh Pemerintahan Presiden Bapak Joko Widodo dan Wakil presiden Bapak H.M. Jusuf Kalla melalui sebuah visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni: ‘Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.” Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratit berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketiga ranah pembangunan tersebut bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Perubahan mental kultural memerlukan dukungan politik dan material berupa politik kebudayaan dan ekonomi budaya. Sebaliknya perubahan politik memerlukan dukungan budaya dan material berupa budaya demokrasi dan ekonomi politik.PENDIM 0723/KLATEN