Klaten – Limbah yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan sapi milik Dahono warga Dukuh Padangan Rt 02 Rw 01 Desa Palar Kecamatan Trucuk menimbulkan pencemaran lingkungan dan memicu protes dari warga sekitar.
Warga mengeluhkan adanya bau yang tidak sedap dan pemandangan yang kurang enak dipandang mata dengan adanya ternak sapi tersebut, karena kandang ternak berada ditengah-tengah pemukian warga.
Mendapati keluhan warga, Babinsa Palar Koramil 19/Trucuk Kodim 0723/Klaten Serda Saiful Anwar bersama dengan perangkat desa, Babinkamtibmas dan perwakilan warga melakukan mediasi atau musyawarah dengan pemilik ternak untuk mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.
Dalam mediasi dihasilkan beberapa kesepakatan, antara lain, pembuatan septi tank permanen agar kotoran sapi tidak mengalir ke parit dan kotoran sapi agar dicampur star bio supaya menghilangkan bau.
Dahono, selaku pemilik ternak dapat menerima hasil mediasi tersebut dan dalam waktu dekat akan segera membuat septi tank agar tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Serda Saiful Anwar mengapresiasi langkah warga dengan melakukan mediasi atau musyawarah dalam mengatasi permasalahan yang timbul.
“ Semoga budaya mediasi seperti ini, akan selalu dikedepankan warga dalam mengatasi masalah, sehingga hasilnya dapat diterima kedua belah pihak, dan tidak terjadi perpecahan antar warga,” ungkapnya. Pendim 0723/Klaten













