KLATEN – Program Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) Ke-35 Tahun Anggaran 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memberikan penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik. Salah satunya diwujudkan melalui Penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang), Bela Negara, serta Ketahanan Pangan dan Pertanian yang disampaikan Danramil 11/Karangnongko Kodim 0723/Klaten, Kapten Inf Sukimanto, di Aula Balai Desa Somokaton Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten. Jumat (24/7/2026)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sasaran nonfisik KBMKB Ke-35 yang bertujuan membentuk masyarakat yang tidak hanya memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya mewujudkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar ketahanan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sriyono dari Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Kepala Desa Somokaton Dwi Dono Lisnanto, S.P., M.M. beserta perangkat desa, Ketua BPD Desa Somokaton Tariyanto, Serma Setyo dari Staf Teritorial Kodim 0723/Klaten, Babinsa Desa Somokaton Serka Fajar Syafruddin, perwakilan Dispermasdes Kabupaten Klaten, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga Desa Somokaton yang mengikuti penyuluhan dengan antusias.
Dalam materinya, Kapten Inf Sukimanto mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang tanpa pamrih demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat rela berkorban, persatuan, dan gotong royong yang diwariskan para pahlawan harus terus dijaga serta diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pahlawan yang dilakukan dengan penuh pengorbanan dan semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut jangan sampai luntur. Sebagai generasi penerus, kita memiliki kewajiban menjaga keutuhan NKRI melalui semangat gotong royong, persatuan, disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Kapten Inf Sukimanto.
Ia menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab prajurit TNI, melainkan kewajiban seluruh warga negara sesuai profesi dan perannya masing-masing. Menjaga keamanan lingkungan, menaati aturan, mempererat persatuan, hingga berpartisipasi dalam pembangunan desa merupakan bentuk nyata pengamalan bela negara.
Selain memberikan materi Wawasan Kebangsaan, Kapten Inf Sukimanto juga menyampaikan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Menurutnya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, sehingga peran petani menjadi sangat strategis dalam menjaga stabilitas negara.
“Saat ini tantangan bangsa bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus diperkuat. Ketahanan pangan merupakan bagian dari pertahanan negara karena apabila kebutuhan pangan terpenuhi, masyarakat akan semakin sejahtera dan negara menjadi semakin kuat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Sukimanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap potensi lahan pertanian secara optimal, menjaga produktivitas lahan, menerapkan pola tanam yang baik, serta terus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Materi mengenai pertanian juga diperkuat oleh Sriyono dari Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, yang memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerapan budidaya pertanian yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, efisiensi penggunaan pupuk, serta upaya meningkatkan hasil panen guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kepala Desa Somokaton, Dwi Dono Lisnanto, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0723/Klaten beserta seluruh instansi yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program nonfisik KBMKB.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat tidak hanya memperoleh wawasan tentang pentingnya menjaga persatuan dan semangat perjuangan para pahlawan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga Desa Somokaton,” ungkap Dwi Dono Lisnanto, S.P., M.M.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Warga aktif berdialog mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa, menghadapi tantangan perkembangan zaman, hingga berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di lapangan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan nonfisik KBMKB mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0723/Klaten menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan fisik seperti jalan, talud, maupun sarana umum lainnya, tetapi juga melalui pembangunan karakter, wawasan kebangsaan, serta peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Dengan terbangunnya semangat nasionalisme yang kuat, kemampuan bela negara, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan, diharapkan Desa Somokaton mampu menjadi desa yang mandiri, produktif, tangguh, serta terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan dalam Program Nonfisik KBMKB Ke-35 Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Klaten, pemerintah desa, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi, semangat gotong royong, serta kesadaran bersama dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia yang maju dan berdaulat. (Red)












