Koramil 07/Wedi Bantu Evakuasi warga Terkena Banjir akibat Tanggul Jebol

Klaten – Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Wedi kabupaten Klaten telah menyebabkan naiknya debit air diwilayah tersebut. Karena tak mampu menahan luapan air, tanggul Sungai di Dukuh Mawen Desa Pesu kecamatan Wedi jebol dan airnya menggenangi pemukiman warga setempat.

 

Terkait hal tersebut, Dengan Sigap Piket Koramil 07/Wedi dan Babinsa desa Pesu Sertu Joko Siswanto bersama Sertu Suwito melaksanakan tindakan tanggap bencana dengan membantu evakuasi warga yang terdampak banjir ke tempat yang lebih Aman, Kamis (05/02/2021) malam.

 

Saat ditemui Babinsa Desa Pesu Menyampaikan Hujan diwilayah Wedi sekitar mulai 15.00 memang terjadi curah hujan tinggi, sebagai aparat kewilayahan pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya bencana alam mengingat wilayah kecamatan wedi yang rawan banjir.

 

“Kejadian jebolnya tanggul di dukuh Mawen Desa Pesu memang diluar dugaan kami, untuk itu demi keselamatan warga, kami berinisiatif membantu proses evakuasi warga untuk menghindari korban jiwa,” tutur Babinsa

 

Danramil 07/Wedi saat ditemui menyampaikan jebolnya Tanggul Sungai di Dukuh Mawen desa Pesu, telah berdampak banjir setinggi lebih kurang 1 meter.

 

Kondisi ini tentu membahayakn warga, khususnya para ibu-ibu, anak-anak dan lansia, yang rentan terkena bahaya banjir. Tak hanya perumahan warga, akses jalanpun lumpuh tergenang banjir.

 

“Koramil dan Polsek wedi, bekerja sama dengan pemerintah desa, BPBD dan instansi terkait serta dibantu relawan melakukan evakuasi sementara ke sejumlah posko pengungsian yang sudah kita siapkan. Adapun wilayah lain yang berdampak dari jebolnya Tanggul ini adalah Desa Dengkeng.

 

“ Babinsa Dengkeng saat ini membantu evakuasi warga yang terkena dampak banjir ini.” jelas Danramil

 

Hingga berita ini dibuat, Kondisi saat ini banjir sudah mulai surut. Babinsa beserta tim penanggulangan bencana sudah melakukan monitoring titik banjir, untuk memastikan sampai kondisi benar-benar aman dari bahaya banjir. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *