“Saya juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Brigjen TNI Widi Prasetijono beserta isteri atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya dalam membina prajurit dan satuan di wilayah Korem 074/Warastratama selama ini,” pungkas Pangdam IV/Diponegoro.
Dandim Klaten Hadiri Serah Terima Jabatan Danrem 074 Warastratama
Komandan Kodim 0723/Klaten Letnan Kolonel Inf Eko Setyawan,S.E dan Ny Evi Eko Setyawan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLIV Kodim 0723/Klaten menghadiri acara serah terima jabatan Danrem 074 Warastratama dari Brigjen TNI Widi Prasetijono kepada Kolonel Inf Rafael Granada Baay.
Jabatan Komandan Korem 074/Warastratama beralih tongkat komando dari Brigjen TNI Widi Prasetijono kepada Kolonel Inf Rafael Granada Baay. Serah terima jabatan tersebut dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi di Gedung Warastratama Surakarta, Selasa (15/1/2019). Brigjen TNI Widi Prasetijono selanjutnya menjabat sebagai Danrem 091/Asn. Sementara penggantinya, Kolonel Inf Rafael Granada Baay sebelumnya menjabat Danrindam XIV/Hsn.
Pangdam IV/Diponegoro memerintahkan Danrem 074/Warastratama yang baru, agar semakin proaktif mengaktualisasikan peran aplikatifnya bersama-sama aparat Pemda dan Polri serta komponen masyarakat lainnya dalam mewujudkan kondisi aman di masyarakat. “Cermati setiap perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, untuk kemudian menemukan formulasi penanganan yang tepat dan proporsional,” ungkap Pangdam.
Orang nomer satu di Kodam IV/Diponegoro ini kembali mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk selalu menjaga netralitas pada Pemilu 2019. Jangan sampai ada personel yang justru ikut membantu salah satu peserta pemilu. Menurut Pangdam netralitas TNI sudah menjadi garis komando dari atas sampai bawah. Pangdam akan mewanti-wanti agar anggotanya tidak terlibat dalam proses pemilu, baik saat kampanye atau kegiatan yang lainnya.
Lebih lanjut Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan “Kami tau masyarakat Indonesia terkenal ramah, gotong royong, dan toleran. Begitu juga masyarakat Solo, secara khusus mereka juga akan menjaga itu, sehingga dalam situasi dan kondisi apa pun mereka tetap menjaga kebhinekaan dan toleransi karena pemilu hanya sarana atau alat untuk mencapai demokrasi ” katanya.
“Kami tetap selalu waspada. Bukan hanya karena pemilu, tetapi sesuai dengan tugas pokok kami menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini,” kata Pangdam.
















