Klaten (12/05/2018) Dalam melaksanakan tugas kewilayahan Banbinsa adalah personil TNI AD yang secara kewilayah langsung berhubungan dengan masyarakt dan dekat dengan Rakyat.
Malam tadi merupakan puncaknya tradisi nyadran. Di desa wilayah ceper hampir semua desa melaksanakan tradisi nyadranan. Tradisi nyadranan merupakan tradisi leluhur kita. Kegiatan ini diisi dengan pagelaran wayang kulit, Pengajian, hadroh, dan kegiatan keagaman kirim do’a ( yasin tahlil dzkir) di bangsal makam masing-masing desa. Dengan kemampuan biaya yang dimiliki warga desa tersebut Babinsa 23/ceper, babinkamtibmas, serta muspika berbauar dengan pemerintahan desa, tokoh-tokoh serta warga desa binaanya. Kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat besar. Seperti hubungan kita kepada sang kholik/pencipta dan hubungan sesama elemen/komponen yang ada diwilayah semakin erat dan harmonis, semua ini tertuang dan terbungkus dalam Tradisi nyadran.
Menurut sesepuh dan tokoh didesa mlese yang di dampingi Babinsanya Sertu Sihana menuturkan, Saya selaku yang dituakan di desa ini sangat terimaksih dan senang kepada semua yang sudah hadir, Baik dari jajaran muspika TNI POLRI ini semua merupakan wujud nyata kebersamaan, kekeluargaan ditingkat elemen yang ada di tingkat bawah. Dan mari kita semua selalu bersyukur dan memohon kepada Tuhan Mah Esa, semoga kita semua mendapat perlindungan, ridhonya dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kita Cintai ini.
Kapten inf Dwi haryo selalu memerintahkan kepada Babinsanya kita sebagai anggota TNI ditingkat bawah harus, selalu dekat dengan rakayat, kita adalah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Tentu kita dalam bertugas harus berpegang teguh santi aji TNI, pancasila, UUD 1945 sehingga kita semua akan menjadi bangsa yang bermartabat dan kuat dalam menjaga, melindungi, mengawal khususnya Di wilayah binaan kita ini. (Pendim 0723/Klaten)

















