Tradisi Nyadran Babinsa 23/Ceper bersama warga bersihkan lingkungan

Klaten –   Dalam menyambut bulan puasa,  sebagian desa di wilayah Ceper memiliki tradisi Nyadranan yaitu membersihkan lingkungan rumah dan makam leluhurnya yang berada di desanya. Sertu Gunanto Babinsa Jambukulon dan Serka Waluyo Babinsa Ngawonggo ini memiliki Inisiatif yang tinggi  untuk bergabung dengan warga binaanya masing- masing  untuk bergotong royong, membersihkan makam sasonoloyo Widoro di desa Ngawonggo dan lingkungan jalan menuju makam Sasonoloyo di Jambukulon.
kegitan ini sudah menjadi rutinitas menjelang bulan sebelum puasa. kalau didalam tradisi di daerah  Jawa khusunya didaerah Klaten dinamakan Nyadrananan. yaitu tradisi ziarah di makam leluhur dan rangkaian kegiatan tradisi nyadran.
Babinsa saling berbaur dengan masyarat,  suasana menjadi penuh kekeluargaan,  Karena warga selalu yang kesehariannya sibuk dengan perkerjaanya masing masing. gotong royong kali ini manfaatnya sangat besar sekali bagi warga selain membersihkan juga dapat saling bertemu juga untuk berkomunikasi sehingga dapat memupuk kerukunan warga.
Di sela-sela kegiatan,  Sertu Gunanto menuturkan “Kita sebagai warga harus “Handarbeni”( memiliki). Jadi kalau  kita memiliki itu artinya    kita harus mau merawat, membersihkan,  dan menjaga lingkungan kita ini.”
Danramil 23/Ceper Kapten Inf Dwi haryono selalu memerintahkan dan mengingatkan Babinsa untuk selalu peduli serta selalu mengikuti perkembangan kegiatan yang ada di wilayah binaanya.
“Dengan membaur bersama masyarakat, kita akan dapat menyelami keseharian warga diwilayah binaan, sehingga akan dapat berguna untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya. Pendim 0723/Klaten