Di harapkan di wilayah kecamatan Cawas terdapat cukup penyerapan dan cukup pupuk tradisional tanpa Zat Kimia,” jelasnya. Selain materi di atas juga kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang Bagaimana Cuci tangan tang benar, Pengolahan sampah dan Pengelolaan air minum yang sehat. Pendim 0723/Klaten
Sinergi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Puskesmas Cawas Pelopori Praktek Pembuatan Kompos
Klaten. (17/4/18) Kepedulian lingkungan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Puskesmas Cawas Pelopori pembuatan Kompos dengan lubang “biopori” untuk penyerapan air hujan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya ancaman serta peroleh pupuk kompos dari lubang biopori yang dilaksanakan di halaman Rumah Bapak Gunawan Dukuh Bawak RT 02/07 Desa Bawak kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Dalam Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bawak Bapak Ponidi, Valitarian Puskesmas ibu Waliyem, Babinsa Bawak dan Bhabinkamtibmas, Bidan Desa Kedungampel Ibu Yuni, Bidan Desa Bawak Ibu Della, Ketua RT dan RW 05, RW 06 dan RW 07, Kader PKK dan Posyandu Desa Bawak.
Pembuatan lubang Biopori dimaksudkan untuk penyerapan air hujan dalam rangka mengatasi banjir secara dini serta Sebagai Pembuatan Pupuk Kompos di Lubang biopori. Dikatakan Ibu Waliyem Valitarian Puskesmas Cawas Bahwa lubang pembuatan biopori kedepan tidak hanya dilakukan di Desa Bawak saja namun akan mengajak seluruh lapisan masyarakat di Desa lain melalui Babinsa dan Bidan Desa untuk mempeloporinya. Masing-masing Babinsa diharapkan menjadi “contoh dan bisa mengajak masyarakat di Desanya untuk membuat lubang Biofori yang berguna juga sebagai pelestarian lingkungan hidup seperti di yang di lakukan Babinsa Desa Bawak Ini”, jelasnya.
Babinsa Bawak Sertu Edi Suranto menjelaskan bahwa lubang biopori juga dapat meningkatkan kesuburan tanah tanpa zat kimia, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Lebih khususnya petani yang memproduksi pupuk sendiri dari Kompos yang telah di endapkan dalam lubang Biopori, lahan untuk kegiatan pembuatan biopori nanti di kerjakan di masing masing RT dan RW serta mensosialisasikan ke warga lain di RT dan RW masing-masing dalam pembuatan lubang biopori tersebut.
















