Klaten. (4/4/18) Ibu-ibu yang aktif di Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Se-Kabupaten diberi sosialisasi kesadaran bela negara.Kegiatan tersebut bagi kalangan perempuan sangat beragam dan sesuai kemampuan yang bisa dilakukan. Pembekalan bela negara diberikan sebagai modal dasar untuk menciptakan generasi yang berkualitas untuk membangun negeri ini. Kegiatan ini diadakan di Gedung Wanita Kabupaten Klaten.
Kapten Infanteri Purwanto Danramil 06/Kebonarum mengungkapkan,” Peran perempuan tidak bisa dianggap sebelah mata dalam membangun negeri ini. Ini dapat dilihat mulai dari masa penjajahan sampai dengan saat ini, begitu besar peran perempuan. “Apalagi saat ini dalam membangun negeri, peran wanita begitu penting. Saat ini sudah banyak perempuan yang mempunyai prestasi tidak kalah dengan kaum laki-laki.”Ungkapnya.
Menurut Astri selaku pengurus PKK Kabupaten menjelaskan,”Saat ini kita sedang menikmati kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita bisa hidup nyaman dan aman, masyarakat bisa sejahtera. Itu semua bisa hilang apabila kita tidak mempunyai kesadaran bela negara.Pasalnya, saat ini banyak negara di luar, ingin menjajah lagi negara Indonesia. Upaya- upaya pelemahan negeri terus dilakukan, mulai bidang ekonomi, politik, sosial budaya,memasukkan narkoba dan lainnya, akan tetapi kita tidak merasakannya.
“Sebagai contoh bidang ekonomi, saat ini kita masih tergantung dengan banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia. Ditambah lagi budaya dari luar masuk ke Indonesia. Semua itu bertujuan untuk melemahkan negara ini. Agar negara ini tetap berdiri kokoh maka semua element bangsa harus ikut serta dalam upaya membela negara ini dari rongrongan negara luar. Hal ini bisa dilakukan sesuai dengan bidangnya masing-masing termasuk kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga,” tutur dia.
Disebutkan, seorang ibu bisa mengantarkan anaknya menjadi orang yang suskes, itu sudah termasuk bela negara. Mendampingi suami agar selalu berbuat baik, juga termasuk bela negara. Jadi, kegiatan bela negara itu tidak harus dengan memanggul senjata, bertempur melawan musuh yang akan menjajah negeri. “Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan bela negara,”Ujar Astri.
“Sejarah kerajaan-kerajaan besar bangsa Indonesia di masa lalu telah mencatat, perang saudara, saling menjatuhkan, adu domba dan pertikaian politik akan berakibat menghancurkan. Hal itu dikarenakan dari unsur elemen masyarakat zaman dahulu belum mempunyai kesadaran bela negara sehingga mudah diadu domba dan dipecah belah persatuannya.Semua itu harus dijadikan cermin untuk dihindari agar NKRI tetap utuh. Untuk memantapkan kesadaran bela negara, terlebih dahulu harus terpatri dalam setiap jiwa dan raga warga negara lima unsur bela negara. Yakni cinta Tanah Air, meyakini ideologi Pancasila, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban dan memiliki kemampuan awal bela negara,”Jelasnya. Pendim 0723/Klaten.















