KORAMIL 17/KARANGDOWO MEMBERIKAN PENYULUHAN GERAKAN PATAH LEHER

KLATEN,Danramil 17/Karangdowo Kapten Inf Suparno beserta Anggota Babinsanya Serka Winarno Memberikan penyuluhan kepada para petani di desa binaaannya tentang pertanian.
Dalam kesempatan tersebut Danramil 17/Karangdowo Kapten Inf Suparno Mengatakan “Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia  grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi,  Pyricularia  grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher. Perkembangan parah penyakit blas leher infeksinya dapat mencapai bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne)”.

Babinsa Koramil 17/Karangdowo Serka Winarno menambahkan “Penyakit blas leher juga sering disebut busuk leher, patah leher. Penyakit blas juga dapat berkembang pada tanaman selain padi seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan.Serka Winarno menjelaskan untuk mengatasi penyakit blas kami upayakan penyemprotan dengan isoprotiolan,trizikazole,kasugamysin,thiopanate metyil.dalam acara penyuluhan tersebut Koramil 17/Karangdowo bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten.diharapkan dalam musim panen yang akan datang petani wilayah Karangdowo dapat menghasilkan panen yang melimpah.Pendim 0723/Klaten