Sosialisasi gangguan kekurangan Yodium

Klaten, (9/11/17) Babinsa Ramil 10/Gantiwarno (Sertu Warsidi) menghadiri Sosialisasi tentang gangguan akibat kekurangan Yodium di Aula Kecamatan Gantiwarno.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Gantiwarno, Para Kades, Kader Posyandu Se-Kecamatan Gantiwarno sebanyak 55 orang.
Sosialisasi gangguan akibat kurang yodium dibawakan oleh Ibu Anis Sih Reno dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Materi yang disampaikan tentang yang berhubungan dengan tenggorokan.
Kekurangan yodium adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang kurang mendapatkan asupan yodium sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan hormon tiroid secara memadai. Kekurangan yodium berat akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti gondok (goiter), hipotiroidisme, kretinisme, dan penurunan kesuburan pada wanita. Pada lingkup populasi, kekurangan yodium berat dapat meningkatkan angka kematian bayi serta keterbelakangan mental.
Yodium (iodine) merupakan sebuah senyawa kimia yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh. Oleh karenanya, kecukupan kadar yodium dalam tubuh sangat bergantung dari asupan makanan sehari-hari.
Di Indonesia sendiri, gangguan akibat kekurangan yodium masih menjadi salah satu masalah gizi yang paling utama. Kondisi ini seringkali dijumpai pada daerah pegunungan, di mana konsumsi makanan sehari-hari masih sangat bergantung pada produksi pangan setempat dengan kondisi tanah yang miskin yodium.

Penyakit Gondok  merupakan penyakit yang umum yang terjadi akibat kekurangan yodium, dengan gejala berupa pembesaran pada kelenjar tiroid. Pembesaran kelenjar pada awalnya menyebar (difus) dengan permukaan yang licin. Jika kekurangan yodium pada seseorang terjadi terus-menerus, bentuk permukaan kelenjar tiroid yang membesar akan tampak berbenjol-benjol (nodular). Gondok pada anak-anak umumnya merupakan gondok difus, sedangkan pada orang dewasa umumnya merupakan gondok nodular.  Pendim 0723/Klaten.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *