BABINSA KORAMIL 19/TRUCUK DAMPINGI PEMBUATAN PERSEMAIAN PADI UNTUK PENANAMAN DENGAN RICE TRANSPLANTER

KLATEN,Senin(20/11/17) Babinsa Koramil 19/Trucuk Serda Jaka Wiyana yang mempunyai desa binaan di Desa Mandong kecamatan Trucuk melakukan pendampingan Pembenihan padi dengan menggunakan Mesin tanam Tranpanter.
Rice transplanter merupakan mesin tanam padi yang baru-baru ini dikenalkan kepada masyarakat tani Indonesia. Salah satu titik kritis tanam bibit padi menggunakan transplanter adalah penyiapan persemaian benih padi secara khusus. Persemaian yang digunakan untuk mesin rice transplanter membutuhkan cara yang berbeda jika dibandingkan dengan persemaian konvensional. Persemaian padi yang digunakan adalah menggunakan dapog atau nampan. Dapog buatan pabrik pada umumnya terbuat dari plastic. Untuk lebih menghemat biaya dapog buatan pabrik dapat dimodifikasi atau dibuat dari bahan yang tersedia seperti kayu dengan plastic fiber dengan ukuran yang disesuaikan dengan mesin tanam,ujar Serda Jaka wiyana.
Ketua PPL desa Mandong menambahkan ‘’Tanah digunakan untuk media pertumbuhan tanaman di persemaian. Tanah dianjurkan berasal dari lahan sawah bagian atas (top soil). Persiapan media semai menggunakan media campuran tanah dan pupuk organic dengan perbandingan 4 : 1 atau dapat juga campuran tanah dengan pupuk NPK 3 gram/dapog.’’

Serda Jaka Wiyana menambahkan ‘’Benih dipilih yang sehat, tidak tercampur dengan biji tanaman lain dan varietas yang digunakan sesuai dengan keinginan. Benih dapat diseleksi dengan menggunakan campuran air dan garam dengan perbandingan 10 liter air dengan 1,2 kg garam. Masukkan benih ke dalam larutan garam kemudian buang bibit yang melayang dan gunakan benih yang tenggelam. Benih yang terpilih ini kemudian dicuci dengan air bersih. Kemudian benih tersebut direndam selama 24 jam, kemudian ditiriskan. Untuk daerah yang terserang hama penggerek batang, disarankan untuk memberikan perlakuan benih dengan pestisida berbahan aktif fipronil. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu pengendalian keong mas di areal persemaian/ pertanaman awal. Selanjutnya benih diperam selama 24 jam. Setelah diperam akan terlihat adanya bintik putih pada lembaga tetapi belum tumbuh akar. Hal ini merupakan tanda benih siap untuk disemaikan dalam dapog’’.Pendim 0723/Klaten.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *