Proxy War adalah perang yang tidak tampak dengan menggunakan cara-cara halus untuk menghancurkan dan mengalahkan lawan dengan menggunakan pihak ketiga. demikian disampaikan Kolonel Inf Putro Lelono (Kepala Bagian Keamanan TWC Borobudur, Prambanan dan Boko) pada saat memberikan materi Bela Negara kepada Security TWC Prambanan di Kodim 0723/Klaten, Rabu (22/08/2017).
Kolonel Inf Putro Lelono menambahkan upaya pembelaan negara, selain dilakukan oleh TNI dan Polri sebagai komponen utama, juga dilakukan oleh warga negara sebagai komponen cadangan dan pendukung. sebagai komponen cadangan dan pendukung, warga negara diwajibkan untuk turut serta dalam upaya pembelaan negara.
“ Untuk mencegah adanya perang Proxy War, kita harus menghentikan sikap saling hujat, Bangun Wawasan Kebangsaan, Nasionalisme& Bela Negara, jangan mudah diprovokasi, bekerja keras, saling bahu–membahu dalam membangun bangsa serta jangan menjadi pengkhianat bangsa.” Pungkas Kolonel Inf Putro Lelono.
Sebanyak 40 Security TWC Prambanan mengikuti pendidikan Bela Negara selama tiga hari, dari tanggal 22 sampai dengan 24 Agustus 2017 di Kodim 0723/Klaten. Dengan mengambil tema “TWC Dengan semangat dan kerja bersama TNI AD Membangun Rasa Kecintaan Terhadap Bangsa dan Negara.” selain diisi dengan materi, para Security juga diberikan materi baris berbaris, BDM Yong Moodo dan kegiatan Out bond. Pendim 0723/Klaten










